spot_imgspot_img

Politikus PDIP: Indonesia Butuh Sosok Pahlawan Pancasila

Jakarta, Beritasatu.com – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Yoseph Umarhadi menyebut Indonesia membutuhkan pahlawan Pancasila. Pahlawan yang berani dan rela berkoban demi membela kebenaran sebagaimana nilai-nilai Pancasila.

“Sosok yang berani dan rela berkorban akan banyak ditemukan dalam berbagai bidang sehingga patut disebut sebagai pahlawan. Namun yang dibutuhkan saat ini dan demikian penting adalah pahlawan Pancasila,” kata Yoseph dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Rabu (10/11/2021).

Yoseph mengatakan setidaknya melihat ada dua alasan penting hadirnya sosok pahlawan Pancasila. Pertama, Pancasila merupakan dasar filsafat negara yang dapat dimaknai sebagai pandangan hidup. Menurut Yoseph, Pancasila seyogianya tercermin dalam setiap perilaku manusia Indonesia. Dikatakan, manusia Indonesia sejatinya adalah manusia Pancasila.

Akan tetapi, akibat adanya benturan kebudayaan, ditambah sifat-sifat pragmatis dan mau menang sendiri, maka manusia Pancasila itu lambat lain makin memudar digantikan oleh aneka warna manusia yang diadopsi dari nilai-nilai budaya lain.

“Hal ini membuat masyarakat Indonesia semakin jauh meninggalkan Pancasila, padahal sebagai dasar filsafat dan pandangan hidup, Pancasila adalah anugerah dan sumber kebahagiaan karena sesuai dengan kodrat manusia,” tutur Yoseph.

Alasan kedua, Pancasila mendapatkan ancaman dari berbagai lini, termasuk dari dalam masyarakat sendiri maupun dari elite politik. Misalnya, muncul sektarianisme, dan pengagungan kelompok dengan menonjolkan identitasnya. Sementara di elite politik, meluasnya pragmatisme politik, ketidakjujuran, hasrat untuk terus mengeksploitasi pihak lain yang tidak sesuai dengan Pancasila.

“Akibatnya, kehidupan yang dicita-citakan para pendiri negara, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 menjadi makin jauh,” ujar Yoseph.

“Dalam situasi semacam ini, kita memerlukan pahlawan Pancasila, yaitu sosok yang bukan hanya menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam dirinya, tapi sekaligus memperjuangkan Pancasila sebagai sebuah kebenaran,” imbuh Yoseph.

Yoseph mengkritik adanya orang mempidatokan Pancasila secara berapi-api, tetapi sekaligus yang paling antusias membantahnya dalam perilaku.

Mengenang Hari Pahlawan atas keberanian masyarakat Indonesia dulu melawan penjajahan, Yoseph mempertanyakan kemungkinan mencari ideal baru bagi lahirnya pahlawan Pancasila.

“Sosok yang dalam dirinya Pancasila itu hadir sekaligus yang tanpa henti menyuarakannya sebagai sebuah kebenaran,” kata Yoseph.

Rabu, 10 November 2021 | 20:47 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Get in Touch

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

0FansLike
3,694FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Posts